Minggu, 16 Januari 2011

Tentang Mata, Telinga, dan Mulut..

Alhamdulillah..
Syukur atas nafas yang masih dapat ku hembuskan..
Syukur atas jantung yang masih ku rasakan detaknya..
Syukur atas darah yang mengalir hingga ke bagian terkecil dan terumit sekalipun..

Alhamdulillah..
Syukur atas rizki yang tak henti Dia limpahkan..
Syukur atas cobaan untuk meninggikan derajat para hamba yang dapat melaluinya..
Syukur atas teguran bagi para hamba yang menyadarinya..

Alhamdulillah..
Syukur atas birunya langit,
atas tajamnya duri,
atas terangnya siang hari,
atas gelapnya malam hari,
atas segala yang diciptakan-Nya,
dan segala yang dimusnahkan-Nya..

Alhamdulillah..
Syukur atas diriku dan segala indera yang melengkapinya..
Mata, telinga, mulut..

Mata,
yang melihat segala kebaikan dan keburukan..
seringkali mata sibuk melihat orang lain, terutama keburukannya..
Astaghfirullah..
mereka adalah saudara kita, saudara yang seharusnya kita jaga..
yang keburukannya untuk kita koreksi dan benahi..
bukan untuk bahan rumpian tiap hari..

Telinga,
yang mendengar segala perkataan..
seringkali telinga sibuk mendengar kabar tak sedap tentang orang lain..
Astaghfirullah..
mereka adalah saudara kita, saudara yang seharusnya kita pelihara..
yang aibnya jangan sampai kita dengar dari pihak yang tak bertanggung jawab,
pihak yang hanya ingin merusak silaturahmi..

Mulut,
yang mengucapkan kalimat-kalimat ungkapan hati..
seringkali mulut sibuk mengucapkan ejekan dan cemoohan kepada orang lain..
Astaghfirullah..
mereka adalah saudara kita, saudara yang ingin diperlakukan seperti kita ingin diperlakukan..
yang ingin mendapat kalimat-kalimat penyejuk,
kata-kata penyemangat,
saran-saran pembangun jiwa,
nasihat-nasihat bijak sebagai bahan perenungan..
bukan ejekan!
bukan fitnah!
bukan umpatan!

Semoga kita senantiasa dapat menjaga segala yang dianugerahkan-Nya sehingga terlindung dari hal-hal mudharat.. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar